Aku benar-benar kecewa atas diriku sendiri, aku ingin mencaci diriku yang tidak bisa membedakan mana tulus dan mana modus. Apalagi selama ini aku ditampar berkali-kali oleh orang yang benar-benar aku sayang dan benar-benar aku perjuangkan, kenapa aku tidak pernah sadar? Kenapa justru aku semakin maju untuk mendekatinya dan semakin semangat untuk memperjuangkannya?
Sebodoh itukah diriku? Sehina itukah aku? Se-tak mampunya kah diriku sampai rela harga diriku yang selama ini kujaga diinjak-injak oleh orang yang bahkan hatinya tak tergerak sedikit pun.
Aku ingin teriak, aku ingin marah, aku ingin mengutuk, bukan untuk dirinya, tapi untuk diriku yang telah benar-benar dibutakan oleh cinta yang berstatus haram.
Thursday, 6 June 2019
Subscribe to:
Comments (Atom)
Goyah
Aku benar-benar kecewa atas diriku sendiri, aku ingin mencaci diriku yang tidak bisa membedakan mana tulus dan mana modus. Apalagi selama in...
-
Via: Google Howling moon (bulan melolong) It has been so while (Sudah begitu lama) In the silence (di dalam kesunyian) A...
-
Bang aneul han gadeuk chaewonwasseossdeon kkumdeuri Dreams that filled up my room (Mimpi yang memenuhi kamarku) Han jangssik uimireul il...
-
If you see the boy I used to be (Jika kau melihat anak laki-laki yaitu diriku yang dulu) Could you tell him that I'd like to find him?...
Pages |
script type="text/javascript">
var gb = document.getElementById("gb");
gb.style.center = (30-gb.offsetWidth).toString() + "px";
